RSS

Pendekatan Penelitian

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Di bagian ini dikemukakan bahwa pendekatan penelitian yang digunakan di dalam PTK cenderung mengarah kepada penelitian kualitatif. Hal ini perlu dikemukakan karena PTK memang menunjukkan karakteristik penelitian kualitatif yang cukup kuat, terutama pada pemaknaan apa yang terjadi di dalam proses pembelajaran, baik yang terkait dengan kondisi awal pembelajaran maupun yang terjadi setelah diterapkannya tindakan.

Bahasan mengenai jenis penelitian mengacu pada model PTK yang dapat dipilih dari sejumlah model yang lazim digunakan semisal model Kemmis dan McTaggart, model Elliott, dan sebagainya. Pemilihan model PTK disesuaikan dengan sifat masalah dan tindakan yang dipilih, yang juga akan menentukan prosedur penelitian.

Contoh Pendekatan Penelitian:

  • Berdasarkan rumusan masalah atau tujuan penelitian tindakan kelas (PTK) yang telah dirumuskan pada Bab I (Pendahuluan), penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif karena penelitian ini bersifat deskriptif dan naturalistik. Penelitian ini bersifat deskriptif karena hanya mendeskripsikan tentang keadaan penerapan model pembelajaran role playing dan aktivitas belajar serta hasil belajar siswa pada mata diklat Kewirausahaan di SMK Nagari Malang. Pendekatan kualitatif bersifat naturalistik karena penelitian ini memang terjadi secara alamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak memanipulasi keadaan dan kondisinya. Kedua sifat penelitian kualitatif tersebut menuntut keterlibatan peneliti secara langsung (partisipasi aktif)baik pada awal pembelajaran maupun yang terjadi setelah diterapkannya tindakan di lapangan.
  • Sedangkan jenis penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) karena penelitian dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Kurt Lewin yang terdiri dari empat komponen, yaitu: a) perencanaan (planning); b) tindakan (acting; c) pengamatan (observing; dan d) refleksi (refecting)
  • Peneliti memilih Model Kurt Lewin karena model ini cocok untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran mata diklat kewirausahaan di SMK Nagari Malang. (Gambarkan model yang Anda gunakan dalam penelitian ini)
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: