RSS

Tujuan Penelitian

Rumusan Masalah atau Tujuan Penelitian (pilih salah satu)

    Pada bagian ini, peneliti PTK dapat memilih salah satu antara rumusan masalah atau tujuan penelitian.

a)  Jika peneliti menggunakan Rumusan Masalah atau juga disebut fokus penelitian maka ketentuannya sebagai berikut.

         Dalam memformulasikan masalah, peneliti perlu memperhatikan beberapa ketentuan yang biasanya berlaku dari aspek substansi, aspek orisinalitas (tindakan), aspek formulasi, dan  aspek teknis. Aspek substansi atau isi, perlu diperhatikan bobot dan nilai permasalahan, serta kegunaan atau manfaat pemecahan masalah melalui tindakan yang dipilih. Perlu juga dipertimbangkan nilai aplikatifnya untuk memecahkan masalah serupa yang dihadapi guru, kegunaan metodologi dan kegunaan teori dalam memperkaya atau mengoreksi teori pembelajaran yang selama ini dianut.

Dari sisi orisinalitas (tindakan), perlu dipikirkan apakah pemecahan dengan model tindakan itu merupakan suatu hal yang baru artinya belum pernah dilakukan guru sebelumnya, setidaknya di dalam konteks permasalahan yang ada pada saat penelitian dilakukan. Moderasi persyaratan orisinalitas ini diperkenankan karena di dalam konteks kependidikan tidak setiap saat dapat dirancang dan diterapkan tindakan yang benar-benar baru. Yang lebih sering dilakukan adalah penerapan model-model pembelajaran yang pernah digunakan sebelumnya dengan konteks pembelajaran yang berbeda.

Dari aspek formulasi, sebaiknya masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Hendaknya dalam rumusan masalah tidak terkandung masalah dalam masalah  dan tidak bermakna ganda, tetapi lugas menyatakan secara eksplisit dan spesifik tentang apa yang dipermasalahkan, dan tindakan yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Contoh-contoh rumusan masalah yang diberikan di atas dapat digunakan sebagai pola umum bagaimana masalah PTK biasanya dirumuskan.

Dari aspek teknis hal yang perlu diperhatikan adalah kelayakan masalah dan kemampuan peneliti untuk melakukan penelitian dan menjawab atau memecahkan  masalah yang dipilih. Pertimbangan yang dapat diajukan seperti pemahaman guru atas teori yang relevan dan penguasaan metodologi pembelajaran yang dipilih untuk memecahkan masalah, penguasaan materi ajar, serta dukun gan fasilitas yang tersedia untuk melakukan PTK (dana, waktu, dan tenaga). Oleh karena itu disarankan agar peneliti memilih permasalahan sederhana tetapi bermakna, memiliki nilai praktis bagi guru dan semua yang berkolaborasi dapat memperoleh pengalaman belajar (lesson learn) untuk pengembangan keprofesionalannya.

Masalah-masalah yang dapat diidentifikasi dan ditetapkan harus dirumuskan secara jelas, spesifik dan operasional, dikaitkan dengan pemilihan tindakan yang tepat dan hasil yang ingin dicapai.

 

Contoh rumusan masalah peneltian:

Model Role Playing Untuk Mata Diklat Kewirausahaan di SMK:

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dipaparkan, rumusan masalah penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut:

  • Bagaimanakah keadaan penerapan model pembelajaran role playing dan aktivitas belajar serta hasil belajar siswa pada mata diklat Kewirausahaan di SMK PGRI 2 Malang?
  • Apakah penerapan model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa  pada mata diklat Kewirausahaan?
  • Apakah penerapan model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat Kewirausahaan?

 

Contoh rumusan masalah peneltian:

Model NHT Untuk Mata Pelajaran Ekonomi di SMA:

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dipaparkan, rumusan masalah penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut:

  • Bagaimanakah keadaan penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT), motivasi belajar, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri Malang?
  • Apakah penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi?
  • Seberapa jauhkah motivasi belajar siswa pada pelajaran ekonomi dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT)?

Contoh rumusan masalah peneltian:

Model  LC Untuk Mata Pelajaran Akuntansi di SMK:

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dipaparkan, rumusan masalah penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut:

  • Bagaimanakah keadaan penerapan model pembelajaran Learning Cycle (LC), minat belajar, dan ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi di SMK Negeri Malang?
  • Seberapa jauhkah minat belajar siswa pada pelajaran Akuntansi dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran Learning Cycle (LC)?
  • Efektifkah penerapan model pembejaran Learning Cycle (LC) untuk mencapai tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi?

b)    Jika peneliti menggunakan Tujuan Penelitian maka ketentuannya sebagai berikut.

Tujuan PTK adalah  mengungkap permasalahan pembelajaran, mengidentifikasi penyebabnya dan sekaligus memberikan pemecahan terhadap masalah yang terjadi. Hal ini perlu dinyatakan dengan jelas, sesuai dengan latar belakang masalah penelitiannya.

Contoh penulisan tujuan penelian:

 Model Role Playing Untuk Mata Diklat Kewirausahaan di SMK:

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dipaparkan, tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui:

  • Deskripsi keadaan penerapan model pembelajaran role playing dan aktivitas belajar serta hasil belajar siswa pada mata diklat Kewirausahaan di SMK PGRI 2 Malang.
  • Peningkatan aktivitas belajar siswa  pada mata diklat Kewirausahaan dengan penerapan model pembelajaran Role Playing.
  • Peningkatan hasil belajar siswa pada mata diklat Kewirausahaan dengan penerapan model pembelajaran Role Playing.

Contoh penulisan tujuan penelian:

Model NHT Untuk Mata Pelajaran Ekonomi di SMA:

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dipaparkan, tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui:

  • Deskripsi keadaan penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT), motivasi belajar, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri Malang.
  • Peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi dengan penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT).
  • Piningkatan motivasi belajar siswa pada pelajaran ekonomi dengan penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT).

Contoh penulisan tujuan penelian:

Model  LC Untuk Mata Pelajaran Akuntansi di SMK:

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui:

  • Deskripsi keadaan penerapan model pembelajaran Learning Cycle (LC), minat belajar, dan ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi di SMK Negeri Malang.
  • Peningkatan minat belajar siswa pada pelajaran Akuntansi dengan model penerapan pembelajaran Learning Cycle (LC).
  • Efektifitas penerapan model pembejaran Learning Cycle (LC) untuk mencapai ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi.
 

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: