RSS

Latar Belakang Penelitian

Latar Belakang atau Konteks Penelitian

Bagian ini memuat uraian tentang permasalahan, misalnya tentang kualitas pembelajaran yang selama ini ditampilkan dan perlunya dilakukan perbaikan kualitas pembelajaran di sekolah atau kelas yang akan dijadikan lokasi (kancah) penelitian. Uraian tersebut dapat berupa jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah tujuan pembelajaran suadah tercapai sesuai ketentuan yang dipersyaratkan?.
  • Apakah kompetensi awal siswa yang mengikuti pelajaran cukup memadai?
  • Apakah proses pembelajaran yang dilakukan cukup efektif?
  • Apakah partisipasi aktif siswa di dalam proses belajar cukup memadai?
  • Apakah metode pembelajaran yang diterapkan guru tepat dan efektif?
  • Apoakah model pembelajaran yang diterapkan guru sesuai dan efektif?
  • Apakah sarana pembelajaran di kelas cukup memadai?
  • Apakah hasil pembelajaran siswa cukup berkualitas?
  • Apakah kinerja guru di dalam inovasi pembelajaran cukup memadai?
  • Bagaimanakah respons kelas terhadap inisiatif pembelajaran dengan strategi pembelajaran inovatif tertentu?

Pertanyaan-pertanyaan penelitian di atas biasanya berkembang dari kepedulian guru (dan peserta peneliti) dari pengamatan dan refleksi terhadap kualitas pembelajaran. Tahapan ini disebut juga dengan tahapan refleksi awal, di mana peneliti yang bermitra dengan guru merasakan adanya masalah dalam pembelajaran, yang perlu segera dicarikan solusinya. Unsur kemendesakan ini merupakan salah satu alasan mengapa suatu masalah dipilih untuk diteliti dalam konteks PTK.

Uraian mengenai masalah menunjukkan kesenjangan antara idealisme teori dan fakta empirik yang dirasakan dalam proses pembelajaran. Guru dan peneliti merasa prihatin atas terjadinya kesenjangan, lalu timbul rasa peduli dan berniat untuk mengurangi atau menghilangkan kesenjangan tersebut. Terhadap masalah tersebut kemudian dicari dan diidentifikasi hal-hal atau faktor yang menimbulkannya. Faktor-faktor penentu (determining factors) tersebut menjadi dasar atau landasan untuk menentukan alternatif solusi. Pilihan solusi untuk mengatasi (memecahkan) masalah tersebut berupa tindakan konkrit yang dapat dilakukan oleh guru dan peneliti secara kolaboratif. Perlu pula dikemukakan argumentasi atau alasan pemilihan tindakan disertai dukungan hasil penelitian yang relevan. Uraian mengenai alasan pemilihan tindakan hendaknya memanfaatkan secara optimal teori-teori yang relevan dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh di masa lalu dalam kegiatan pembelajaran/penelitian sebidang atau serumpun.

Ringkasnya, pada latar belakang penelitian ini kemukan terlebih dahulu tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan kemudian bandingkan dengan kenyataan hasil yang sebenarnya dicapai. Jika terdapat kesenjangan yang bermakna, dapat dikatakan bahwa kesenjangan tersebut menjadi permasalahan penelitian dan perlu diperbaiki. Contoh: data permasalahan yang dihadapi oleh guru di dalam kelasnya.

  1. A.  Jika guru meneliti hasil belajar siswa,

Berikan definisi variabel hasil belajar dan sebutkan sumbernya (dikutip dari pendapatnya siapa).

Sudjana (2005:3), “Hasil belajar siswa adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris”. Berdasarkan dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dapat diukur melalui peninjauan dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotoris”.

Kemudian tunjukkan data tentang hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan, misalnya:

    Tujuan utama belajar tuntas adalah mengusahakan agar bahan pengajaran dikuasai secara tuntas oleh sekelompok siswa yang sedang mempelajari materi tertentu. Misalnya tingkat penguasaan ini bermacam-macam dan merupakan persyaratan (kriteria) minimum yang harus dikuasai oleh siswa. Biasanya dipersyaratkan penguasaan bahan berkisar antara 75%- 100%. Tapi, kenyataannya sebagian besar yaitu lebih dari 55% siswa belum mencapai ketuntasan belajar,30% sesuai dengan ketuntasan belajar, dan sisanya sebesar 15% melebihi ketuntasan belajar minimal yaitu 80% yang ditentukan sekalah.  (sumber: rapot sekolah atau pengamatan lebih dari satu  kali pertemuan). 

   Jika di sekolah ada beberapa kelas yang sederajjat (misalnya kelas X ada tiga kelas), maka pilihlah satu kelas yang hasil belajarnya paling rendah dan bermasalah, sebagai buktinya tunjukkan datanya dalam bentuk tabel sehingga jelas dilihat perbandingannya.

 

  1. B.  Jika guru meneliti motivasi berlajar siswa.

 Berikan definisi variabel motivasi belajar dan sebutkan sumbernya (dikutif dari pendapatnya siapa). Kemudian tunjukkan hasil pengamatan yang menyatakan motivasi belajar siswa rendah dengan bukti kapan (tanggal, bulan, tahun), dan tempatnya dimana dilakukan pengamatan tersebut, serta bersama siapa dilaksanakan pengamatan tersebut. Sebagai buktinya sajikan dalam bentuk tabel.

 

Setelah mengemukakan permasalah yang dihadapi guru dikelas, kemudian guru mengemukakan penyebab terjadi masalah tersebut. Kemudian kemukakan pilihan tindakan yang akan diterapkan untuk pemecahan masalah tersebut. Definisikan variabel tindakan  tersebut (jangan lupa sebutkan sumbernya). Peneliti perlu mendeskripsikan dengan jelas dan disertai argumentasi pemilihan tindakan pemecahan masalah tersebut tersebut. Argumentasi untuk mendukung pilihan tindakan disampaikan secara kritis, logis dan analitis, sejalan dengan teori-teori pembelajaran yang relevan dan juga didukung bukti-bukti empirik (hasil penelitian sebelumnya) yang sudah dipublikasikan (jurnal penelitian) dan yang relevan atas keefektifan tindakan yang dipilih dalam upaya penyelesaian masalah-masalah yang sama atau sejenis yang dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Teori dan hasil penelitian sebulumnya (cukup sebuah teori utama dan sebuah hasil penelitian empiris yang relevan) sangat penting dikemukankan disini dan yang lainnya dikemukakan pada Kajian Pustaka, karena keduanya menjadi dasar penyusunan hipotesis. Subjektivitas dan pernyataan-pernyataan yang bersifat emosional (hayalan) harus dihindarkan di dalam mengembangkan argumentasi untuk mendukung pilihan tindakan ini.

Penyebab terjadinya permasalahan karena kebanyakan kegiatan pembelajaran masih bersifat konvensional yakni berpusat pada guru (teacher oriented) sehingga kurang mencerminkan belajar yang bermakna bagi siswa sesuai dengan tuntutan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah dilaksanakan di sekolah tersebut. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti (tanggal 10 Okober 2010, jam 07-09 pagi, di kelas XI bersama guru kelas di SMK Nagari Malang, selama dua kali pertemuan telah berlangsung proses pembelajaran yang menggunakan metode pembelajaran konvensional seperti ceramah dan penugasan kepada siswa tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu penyampaian teori dan siswa mencatat serta guru belum pernah menyampaikan metode pembelajaran kooperatif.

 

Contoh:

  1. A.  Tunjukkan metode apa dan model pembelajaran apa yang paling sesuai untuk mengatasi permasalahan tersebut.

    Contoh: Tindakan guru adalah: Untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran guru menggunakan motode pembelajaran kooperatif dengan menerapkan model Numbered Head Together (NHT).

  1. B.  Berikan definisi tentang metode pembelajaran kooperatif dan model pembelajaran yang dipilih dan jelaskan alasan Anda memilih metode dan model pembelajaran tersebut. Contoh:

   Sanjaya (2008:242) menyatakan: “Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara 4-6 orang yang mempunyai latar belakang kemampuan, akademis, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen)”.

    Definisi Kagan (2007) menyatakan: Pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) adalah model pembelajaran yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik.

Contoh: Alasan pemilihan Metode Pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) dalam penelitian ini karena model NHT memiliki potensi lebih dalam yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, mampu memperdalam pemahaman siswa, menyenangkan siswa dalam belajar, mengembangkan sikap positif siswa, mengembangkan sikap kepemimpinan siswa, mengembangkan rasa ingin tahu siswa, meningkatkan rasa percaya diri siswa, mengembangkan rasa saling memiliki serta mengembangkan keterampilan untuk masa depan melalui sistem gotong royong dan saling membantu.

 

Alasan menerapan Metode Pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) juga didukung oleh teori yang relevan:

Teori yang menyatakan bahwa metode dan model pembelajaran yang digunakan untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa, atau dapat meningkatkan motivasi belajar siswa adalah: Lie (dalam Liza, 2005:7) menyatakan bahwa suasana pembelajaran kooperatif menghasikan hasil belajar yang lebih baik, hubungan yang lebih positif, dan penyesuaian psikologis yang lebih baik daripada suasana belajar yang penuh dengan persaingan.

Alasan menerapan Metode Pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together (NHT) juga didukung oleh hasil penelitian sebelumnya yang relevan:

Hasil penelitian empirik yang relevan (mendukung penelitian) adalah

Contoh: Hasil penelian yang dipulukasikan:

Suwiyadi (2006) dalam jurnal penelitiannya yang berjudul “Penerapan Model Numbered Head Together (NHT) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarga-negaraan”. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan SMP Terbuka I Balikpapan yang berinduk di SMP Negeri 04 Balikpapan. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VII SMP Terbuka I Balikpapan sebanyak 25 siswa dengan rincian 12 siswa dan 13 siswi. Penerapan pembelajaran NHT meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan  nilai rata-rata siswa untuk aspek kognitif, yaitu sebesar 73,9 untuk ketuntasan belajar 70%, dan aspek kognitif mengalami peningkatan prosentase sebesar 29,7%, yaitu dari 60% sebelum tindakan manjadi 89,7% setelah diberi tindakan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: